Sabtu, 14 April 2012

Hujan , Jangan Ambil Belahan Jiwaku!

Diposting oleh Cindy Permata di Sabtu, April 14, 2012 0 komentar

  Tak ada seorang pun di sini. Tolong aku! Aku ingin pulang. Aku terjebak di tengah-tengah hujan yang lebat. Di mana semua orang? Guru-guru? Teman-teman? Di mana mereka? Tolong aku, aku tak ingin berlama-lama di sini! Aku takut. Tanpa sadar aku teteskan air mata.

 “Jangan takut, ada aku di sini, Alika. Sudah jangan menangis!” suara itu mengejutkan aku. Dia datang sembari menghapus air mata di pipiku.

   “Terima kasih, Tria! Kamu nggak pulang?” tanyaku.
   "Aku juga nunggu hujan reda,” katanya.
   “Kenapa kamu baru ke sini?” tanyaku lagi.
   “Aku tadi masih mengurus mading kelas,”
   “Sendirian?”
   “Ya, begitulah. Oh, ya, kenapa tadi kamu nangis?”
   “Hmm… aku takut. Aku kirain tadi nggak ada orang, hehe” kataku tersipu malu.
   “Kan masih ada aku, hahaha” candanya.
   “Ah kamu ini bisa aja,”

  Tiba-tiba, dia menghilang, entah ke mana dia. Aku mencari-cari namun tak kudapati dirinya. Kamu di mana? Sejenak aku berpikir, kemudian aku tersadar bahwa orang itu hanyalah bayanganmu aja! Aku baru inget kalo kamu udah dipanggil Tuhan 2 minggu yang lalu.

  Setiap kali hujan, aku selalu teringat saat-saat itu. Di mana kamu menghibur aku saat sedih, tenangkan hatiku ketika galau dan gundah, dan hapus air mataku tiap kali menetes. Namun kini sosok itu telah menghilang. Aku berusaha mencari tapi selama aku mencari tak pernah kutemukan sosok sepertimu. Kamu ke mana?

  Aku masih ingat ketika ada seseorang memberitahuku bahwa Tria telah tiada. Katanya, dia meninggal dunia akibat kanker hati yang dideritanya sudah mencapai stadium akhir. Setelah orang itu memberitahuku aku langsung menuju rumah sakit tempat dia dirawat.

  Aku menangis sejadi-jadinya. Aku menyesal tak menepati janjiku pada Tria untuk melindunginya. Aku bahkan tak pernah tahu bahwa Tria mengidap penyakit yang membuat belahan jiwaku pergi untuk selama-lamanya.

  Hujan yang tadinya memberikan kenangan indah dan menjadi penenang hati kini menjadi penanda suasana duka dan hujan mewakili hatiku yang muram durja. Hujan kini juga menjadi sesuatu yang jahat bagiku. Ia mengambil belahan jiwaku. Hujan, kembalikan belahan jiwaku. Jangan ambil belahan jiwaku!

  Namun aku tersadar bahwa ini semua adalah kehendak Tuhan. Tidak ada yang pernah menginginkan seseorang yang dicintainya pergi. Namun jika Tuhan menghendaki maka terjadilah…

  Mungkin suatu saat nanti, akan ada seseorang yang menggantikan posisi Tria di hatiku. Aku yakin, Tuhan selalu mempunyai rencana yang indah dibalik semua ini. Dan aku yakin, setelah kesusahan pasti akan ada kemudahan. Aku janji takkan menangisi Tria lagi. Aku harus kuat!

  Hari demi hari berganti, hujan yang deras kembali turun dan aku terjebak kembali. Aku berusaha menahan tangis. Aku coba lupakan semua tentang Tria. Aku harus bertahan. Aku tak boleh terus-menerus terbelenggu dalam kesedihan. Kini, aku mencoba bahagia dengan pengganti Tria. Aku tahu Tria akan senang melihat aku bersinar kembali.


Kamis, 05 April 2012

Kisah Dua Hari

Diposting oleh Cindy Permata di Kamis, April 05, 2012 0 komentar
Hai semuanya! Aku mau berbagi cerita lagi nih. Cerita ini berlangsung dua hari, hari ini dan kemarin. 2 hari itu gak bakalan aku lupain. Seru banget! Walaupun capek soalnya seharian aktifitas, tapi aku seneng banget karena baru kali ini ngalamin momen-momen berharga sama satu angkatan. Hilang sudah semua rasa canggung di antara kami. Semuanya tersenyum bahagia saat momen-momen itu. Kami manfaatkan sebaik-baiknya karena sebentar lagi kami mungkin tidak lagi satu sekolah.

Diawali hari Selasa, bisa dibilang hari itu adalah hari yang pas buat mengabadikan momen-momen penting. Tujuan utama hari itu sih cuma foto buat katalog tapi kalo cuma gitu doang kayaknya nggak seru. Kami pun memutuskan untuk berfoto dengan gaya kami masing-masing kelas. Pokoknya seru deh! Gak tau kapan bakal kayak gini lagi :')

Asix Generation 
With IX C Family ^^



Hari kedua, hari ini, hari Rabu, di mana angkatan kami memperoleh pelajaran yang luar biasa berharga bagi kami. Usai solat dhuhur dan makan siang, kami langsung berangkat menuju panti asuhan dekat sekolah kami. Betapa bahagianya kami bisa berbagi untuk sesama. Nggak cuma sampe situ. Setelah itu, sebagian dari kami berangkat ke panti asuhan cacat ganda. Di sana itu... nggak bisa dijelasin deh! Yang jelas, banyak yang terharu ngeliat kondisi mereka. Namun kami senang bisa bercanda dan tertawa bersama mereka. Nggak lupa, kita minta doa restu biar UN besok lancar dan bisa lulus semua (amin!). Sumpah aku paling favorit sama momen satu ini.

At Panti Asuhan Cacat Ganda Al-Rifdah


Makasih buat SMP IT PAPB terutama para guru sama @Generation_6. Yakin deh nggak bakal lupa sama semuanya! I Love you all so much! :)









With Love,


Cindy Permata Putri
 

Cindy Permata's Blog Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Emocutez